Terapi Brace untuk Menghambat Kemiringan Tulang Belakang

 



Kelainan tulang belakang seperti skoliosis cukup banyak diderita oleh masyarakat. Skoliosis yang tidak ditangani akan cukup mengganggu aktivitas. Namun, terapi brace skoliosis Indonesia sudah cukup canggih dan bisa membantu pasien untuk memperbaiki lengkungan tulang belakang dan mendapatkan kembali tulang belakang yang normal.

 

Terapi Brace untuk Penderita Skoliosis

1.     Jenis Brace

Penangan skoliosis bisa dilakukan dengan penggunaan brace atau korset penyangga. Terdapat  2 macam brace yang dapat digunakan, yakni:

-       Dynamic brace

Jenis yang pertama adalah dynamic brace. Alat ini  mampu memperlambat kurva kemiringan dan tetap menjaga postur tubuh seperti semestinya. Penderita skoliosis yang cocok untuk terapi ini yakni kalangan anak-anak dan remaja.

-       Rigid brace

Alat terapi ini menekankan pada beberapa titik untuk tulang punggung. Jika digunakan secara rutin dan benar, maka kemiringan tulang akan terhambat. Sangat cocok untuk penderita skoliosis dengan derajat kemiringan yang tidak terlalu parah.

 

2.     Tahapan Pembuatan Brace

Sebelum memakai brace sebagai alat terapi untuk pasien skoliosis, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadapat keadaan tulang belakang terlebih dahulu dan akan menyarankan penggunaan alat ini jika derajat kemiringan tulang antara 20 hingga 40 derajat dengan pertumbuhan 5 derajat setiap tahun.

 

Jika diagnosis dokter sudah sesuai, maka selanjutnya adalah taha pembuatan brace, antara lain:

-       Melakukan foto x-ray arau rontgen tulang belakang

-       Hasil x-ray ditunjukkan kepada dokter untuk dilakukan analisis terlebih dahulu

-       Melakukan scan badan 3d

-       Melakukan fitting brace

-       Melakukan rontgen dengan menggunakan brace

-       Koreksi brace

 

3.     Apakah Terapi Brace Aman?

Penggunaan brace sebagai terapi ampuh mengatasi skoliosis tentu saja sudah atas rekomendasi para dokter. Brace mampu menghambat pertumbuhan kemiringan tulang belakang sebanyak 80 persen. Hal ini sudah diteliti oleh AANS atau American Association of Neurological Surgeon.

 

Kinerja brace akan maksimal jika penggunaannya antara 16 hingga 23 jam setiap harinya. Selain itu, sangat baik digunakan antara 3 hingga 4 tahun. Para penderita harus memahami jika brace ini fungsi utamanya sebagai penghambat kemiringan, bukan perbaikan postur tubuh. Artinya, ketika masa pertumbuhan usai dan brace tidak lagi digunakan, maka kemiringan skoliosis masih bisa saja terjadi. Para pasien disarankan untuk melakukan terapi lanjutan agar postur tubuh kembali normal dengan sempurna.

 

Jika kondisi tidak kunjung membaik dengan kurva kemiringan lebih dari 40 derajat, pasien akan disarankan melakukan operasi. Namun, jika dokter masih menyatakan kondisi yang aman, pasien biasanya disarankan untuk fisioterapi secara rutin.

 

Terapi brace cukup efektif dalam perlambatan kurva kemiringan tulang belakang. Biasanya terapi ini digunakan oleh penderita usia anak-anak hingga remaja. Fungsi utama terapi brace bukan untuk memperbaiki postur tubuh, sehingga kemiringan masih bisa terjadi saat usia pasien menginjak dewasa.