Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim

Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim
- Sunnah ialah segala perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dijadikan landasan syariat Islam. Sunnah pula berarti sesuatu yang kalau dilakukan, maka pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi pelaku yang meninggalkannya. Akan tetapi, mengikuti sunnah mempunyai banyak keistimewaan dan kelebihan, ibarat kelak di padang mahsyar (akhirat) seseorang yang senantiasa mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan mendapat naungan, berada di nirwana bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan yang paling tinggi ialah mendapat cinta dan kasih dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik di dunia maupun di akhirat.

Namun demikian, banyak dari sebagian umat muslim yang kita lihat pada zaman kini ini yang sering sekali melewatkan sunnah, entah alasannya tidak mengetahui atau tidak mau tahu, yang terperinci kita harus selalu mendo'akan kebaikan untuk saudara-saudara satu muslim kita.

Sunnah-sunnah Nabi yang sering dilewatkan oleh sebagian umat muslim ketika ini


Nah, adapun beberapa di antara sunnah-sunnah Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang jarang dilakukan oleh sebagian umat muslim, ialah sebagai berikut.

1. Mengucapkan salam kepada sesama umat muslim termasuk anak-anak


Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru radhiyallahu anhu, ia menceritakan: ”Seorang pria bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, ‘Kamu memperlihatkan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu anhu bahwa ia menuturkan: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, kemudian dia mengucapkan salam kepada mereka semua.” (Hadits riwayat Muslim)


2. Mendahulukan kaki yang kanan ketika hendak menggunakan sandal mendahulukan kaki kiri ketika hendak melepasnya


Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian menggunakan sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan kalau melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah menggunakan keduanya atau tidak menggunakan keduanya sama sekali.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

3. Berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan posisi miring ke arah kanan


Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kau hendak tidur, maka berwudhulah ibarat hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, saya serahkan semua urusanku kepada-Mu, saya lindungkan punggungku kepada-Mu, alasannya cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada daerah berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah do'a ini sebagai final perkataanmu.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

4. Shalat istikharah


Diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu anhu bahwa ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana dia mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (Hadits riwayat Al-Bukhari)

5. Menjaga dan membersihkan verbal dengan bersiwak (membersihkan gigi dengan sejenis ranting kayu khusus) atau menggosok gigi secara rutin


Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Siwak sanggup membersihkan verbal dan sarana untuk mendapat rido Allah.” (Hadits riwayat Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: “Andaikata tidak memberatkan umatku pasti saya memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi ketika hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, ketika kedaluwarsa verbal berubah, baik ketika berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, ketika berdiri tidur, dan hendak memasuki rumah.


6. Berwudhu sebelum mandi besar (mandi junub)


Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anhu: “Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ingin mandi besar, maka dia membasuh tangannya terlebih dahulu, kemudian berwudhu ibarat hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, kemudian mengguyur semua bab tubuhnya.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka puasa dengan beberapa buah kurma atau beberapa teguk air


Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka dia hanya meminum beberapa teguk air.” (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Bersegera tidur selesai shalat isya` dan tidak bergadang


Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang sehabis shalat isya`. Namun, hal ini berlaku kalau tidak ada keperluan ketika begadang. Tetapi kalau ada keperluan, ibarat belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan.

9. Mengikuti bacaan muadzin dan bershalawat setelahnya


Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah ibarat yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, alasannya wasilah merupakan daerah di nirwana yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan saya berharap semoga akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapat syafaatku (di darul abadi kelak).” (Hadits riwayat Muslim)

10. Membuat pembatas ketika hendak shalat fardhu atau shalat sunnah


Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya alasannya orang itu ialah setan.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, kemudian shalat di belakang tongkat itu.” (Hadits riwayat Al-Bukhari)


11. Meminta izin tiga kali ketika bertamu


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, kalau tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Jika tidak mendapat izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya ialah kita harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah kalau mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, kemudian pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak sanggup memaklumi, mungkin pemilik rumah mempunyai uzur sehingga tidak sanggup memberi izin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan kalau dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kau kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.” (Al-Qur'an surat An-Nuur ayat 28).


12. Berdo'a ketika menggunakan pakaian gres maupun benda-benda bermanfaat lainnya


Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kalau mengenakan pakaian baru, maka dia menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian dia membaca, 'Ya Allah, hanya milik-Mu semua kebanggaan itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka saya mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan saya berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.'.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Nah, itulah artikel tentang "Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di hidangan yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik. Wallahu a'lam bisshawab

"Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu mencar ilmu untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Nasihat dan prilaku Rasulullah yang sering dilewatkan oleh sebagian orang Islam